SEJARAH DESA BALAK

  09 Maret 2017  |  DESA BALAK

Zaman dahulu di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian barat tepatnya disekitar Gunung Raung ada sebuah hutan belantara yang belum pernah terjamah oleh manusia yaitu Hutan Rowo atau yang biasa disebut oleh masyarakat Banyuwangi Hutan Rowo Bayu.

               Selepas Prabu Tawang Alun meninggalkan Pertapaannya dari kaki Gunung Raung hutan Rowo Bayu dan sekitarnya sudah mulai banyak manusia yang berani memasuki wilayah tersebut, apalagi para Kompeni / Belanda yang memang Negara Indonesia merupakan dari salah satu Negara jajahannya, maka mereka ikut masuk ke Daerah Bayu dan sekaligus membangun sebuah Loji di Daerah itu untuk mempermudah Pengawasan dan memperkuat Petahanan Daerah Jajahannya.

              Dari masa tahun ke tahun disaat Kompeni / Belanda menduduki wilayah itu kurang lebihnya pada tahun 1718, maka disekitar hutan Bayu disebelah timurnya terbentuk beberapa desa yang masih terikat dengan kekuasaan Kompeni / Belanda, diantaranya :

  1. Desa Songgon
  2. Desa Balak
  3. Desa Sragi
  4. Desa Bedewang, dan
  5. Desa Parangharjo

 

              Desa Balak adalah merupakan salah satu dari Desa yang terbentuk di jaman Kompeni / Belanda kurang lebihnya di tahun 1718, dengan luas wilayah : 1.654,755 Ha, dengan batas-batas :

Utara            : Desa Macan Putih

Timur            : Desa Bareng dan Desa Singolatren

Selatan          : Desa Bedewang

Barat             : Desa Songgon

 

 

 

 

              Asal mula Desa Balak, nama yang sebenarnya bukan Balak tetapi Bola’ yang berarti Lokasi Persawahan yang luas. Konon kabarnya keterangan dari sesepuh masyarakat Desa Balak bahwa Desa Balak dikelilingi oleh lokasi persawahan disamping itu memang wilayah Desa Balak wilayah persawahannya lebih luas dibanding wilayah Pemukiman masyarakat, selain itu sesepuh masyarakat senang bekerja di bidang Pertanian daripada dibidang Perdagangan, sehingga wilayah yang ditempati oleh Leluhur masyarakat Desa Balak kebanyakan dibuka lahan persawahan sesuai dengan geografis dan strategisnya letak Desa Balak.

          Nama Bulak menjadi Balak, Balak bukan berarti Penyakit yang diartikan oleh bahasa adat masyarakat sehari-hari, tetapi Bulak menjadi Balak hanya sebutan yang sifatnya untuk mempermudah dan memperindah

kata penyebutan, kata Bulak yang tahun demi tahun masyarakat Desa Bulak banyak yang menyebutnya Desa Balak, disamping itu diperkuat dengan terbentuknya 2 (dua) Dusun di zaman itu dengan nama dusun yang sama tetapi batas Dusun hanya dibatasi dengan himpitan aliran Sungai Binau Takir.

 

Desa Bola’ menjadi sebutan Desa Balak terbagi menjadi 9 (sembilan) Dusun:

    1. Dusun Balak kidul
    2. Dusun Balak lor
    3. Dusun Wonorejo
    4. Dusun Tampak Bayan
    5. Dusun Derwono
    6. Dusun Cemoro
    7. Dusun Sroyo Timur
    8. Dusun Sroyo Barat
    9. Dusun Bangunrejo

 

Adapun nama-nama Dusun tersebut diatas diambil sesuai dengan kondisi sial Budaya dan cerita-cerita masyarakat di wilayah itu sendiri kata sesepuh masyarakat Desa Balak, selain itu juga banyak di wilayah Desa Balak nama-nama suatu tempat yang secara formal  tidak dijadikan Dusun atau nama sebuah Dusun, misalnya Bulutigo, Umbul, Sumbergelonggong, Manggisan, Penjalinan, Watu Tumpeng, Menger, Cemoro Kandang, Cemoro Cilik , Racak dan lain-lainnya.

 

 

 

          Kata sesepuh  masyarakat desa Balak pada tahun 1718 Desa Bulak sudah menjadi Desa Balak dengan luas wilayah sesuai dengan keterangan di atas, dan terbagi dalam 9 (sembilan) Dusun dan disaat itu pula Kepala Desa Balak berdiri, namun dalam hal ini Desa Balak masih terikat dalam Peraturan dan Pengawasan Kompeni/Belanda. Pada tahun 1942 Belanda meninggalkan Indonesia dan Indonesia dikuasai oleh Jepang dan secara otomatis Desa Balak juga dalam pengawasan Jepang, setelah tahun 1945 Negara dan Bangsa Indonesia Merdeka barulah Desa Balak adalah salah satu Desa di Indonesia yang lepas dari kekepan Penjajah.

          Awal dari Penataan Pemerintah Negara Republik Indonesia Desa Balak diikutkan sebagai wilayah Kecamatan Singojuruh Kawedanan Rogojampi Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi, pada tahun 1986 Kabupaten Banyuwangi terjadi Pemekaran wilayah Kecamatan dan salah satu dari Pemekaran tersebut adalah Kecamatan Singojuruh sehingga pada tahun itu dari 5 (lima) Desa di wilayah ujung barat Kabupaten Banyuwangi yang dijadikan kecamatan adalah Wilayah Songgon sebagai Kecamatan Songgon. Desa Balak merupakan Desa diwilayah Kecamatan Songgon di ujung timur yang berperan sebagai Desa Pembatas dari Wilayah Kecamatan lain misalnya : Kecamatan Kabat dan Kecamatan Singojuruh.

          Desa Balak merupakan Desa yang strategis dengan letak geografisnya Desa tersebut ditengah-tengah wilayah pemukiman masyarakat desa Balak. Terdapat suatu  jalan yang membujur ke arah barat dan timur dan merupakan jalan sarana perhubungan  Masyarakat Desa Balak dan masyarakat Desa lain ke wilayah Kecamatan Songgon dan  ke Kabupaten Banyuwangi, juga sebagai jalur sarana transportasi umum yang sejak tahun 1986 dan sampai saat ini Jalan tersebut dinamakan Jalan Jendral Sudirman No 02 Desa Balak Kecamatan Songgon.

          Desa Balak dengan luas wilayah 1.654,755 Ha dengan jumlah penduduk di tahun 1986 ± 4.235 jiwa, pada tahun 1995 karena perkembangan Penduduk di Desa Balak maka jumlahnya ± 8.701 jiwa, sehingga berdasarkan Surat Camat Songgon tanggal 18 Oktober 1995 Nomor : 411.6/1087/424/1995, dan atas Dasar radiogram Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyuwangi tanggal 10 Oktober 1995 Nomor 411.6/843/424/1995, perihal tersebut pada pokok surat tentang Pemekaran Desa, dimana menurut penelitian Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyuwangi, Kondisi Sosial Budaya masyarakat serta letak geografisnya Desa Balak dan karena perkembangan keadaan serta pertimbangan teknis Pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat dimungkinkan Desa Balak untuk dipecah.

 

 

 

 

           Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 4 Tahun 1981 tentang Pembentukan, Pemecahan, Penyatuan dan Penghapusan Desa, yunto pasal 4 ayat 1 dan 2 Peraturan Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor : 23 Tahun 1981, ditegaskan bahwa Pembentukan Desa harus memenuhi syarat-syarat atau faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Faktor Penduduk, yaitu Pembentukan suatu Desa baru berpenduduk minimal 2500 jiwa dan sedikitnya 500 Kepala Keluarga.
  2. Faktor Luas Wilayah yaitu Luas Wilayah harus terjangkau secara berdayaguna dalam rangka pemberian pelayanan dan pembinaan masyarakat.
  3. Faktor Letak yaitu Wilayah yang memiliki jaringan perhubungan atau komunikasi antara dusun-dusun yang letaknya memungkinkan dan terpenuhi oleh luas wilayah tersebut.
  4. Faktor Sarana dan Prasarana yaitu tersedianya Prasarana dan Sarana Perhubungan, Pemasaran Produksi serta Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa.
  5. Faktor Sosial Budaya yaitu Sarana yang memberikan adanya kerukunan hidup beragama dan kerukunan hidup bermasyarakat dalam hubungannya dengan adat istiadat.
  6. Faktor kehidupan bermasyarakat yaitu tersedianya tempat mata pencaharian masyarakat,sehingga dengan dasar hal tersebut diatas maka Pemerintah Desa Balak bersama Lembaga Masyarakat Desa (LMD) dalam musyawarah menimbang dan memperhatikan serta memandang kedepan bahwa sepakat Desa Balak diajukan Pemecahan Desa,dengan pembagian wilayah :

 

I   Desa Balak sebagai Desa Induk,dengan luas wilayah 749,857 Ha dan jumlah penduduk ± 5.176 jiwa serta meliputi 6 (enam) Dusun :

    1. Dusun Balak kidul

    2. Dusun Balak lor

    3. Dusun Wonorejo

    5. Dusun Derwono

    6. Dusun Cemoro

 

II. Desa Bangunsari sebagai Desa Pemecahan dengan luas wilayah  904,898 Ha dan jumlah penduduknya 3.425 jiwa serta meliputi 4 dusun :

  1. Dusun Sroyo Barat
  2. Dusun Sroyo Timur
  3. Dusun Bangunrejo

 

Yang selanjutnya Desa Pemecahan  Balak atau Desa Bangunsari tersebut Definitif pada tahun 2001.

  1. Bpk. Mertosari
  2. Bpk. Songgo Tirto
  3. Bpk. Mangun Rono
  4. Bpk. H. Yusuf
  5. Bpk. H. Bahrodin / Merto Taruno
  6. Bpk. Sutrio / Turun Surangganti
  7. Bpk. Suroto / Merto Laksono
  8. Bpk. Markiman / Win / Cemoro Kandang
  9. Bpk. Marto Joyo
  10. Bpk. H. Samsuri
  11. Bpk. Ta’al
  12. Bpk. Sulamto
  13. Bpk. H. Husaini
  14. Bpk. H. Moh. Hardjo Syamsuri
  15. Bpk. Dasuki Hadidjoyo
  16. Bpk. H. Bambang Hariyono
  17. Bpk. Budiharto
  18. Bpk. Megawan Mashari, S.Sos
  19. Bpk. Fauzi
  20. Bpk. Ribud Santoso, S.Pd

 

Demikian riwayat singkat yang dapat kami sajikan tentang terjadinya Desa Balak dan para Kepala Desa yang pernah memimpinnya, dan kami berharap agar dapat menjadi pedoman dan pengalaman bagi para generasi muda dalam meneruskan langkah Pembangunan di Desa Balak kedepan.

Contact Details

  Alamat :   Jalan Jendral Sudirman no.02 Desa Balak Songgon 68463
  Email : desabalak16@gmail.com
  Telp. : 0333 633114
  Instagram :
  Facebook : balak
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi